Striker Lorient Dilarang Tampil Selama Enam Pertandingan

Pemain depan Lorient, Majeed Waris mengaku hanya ingin “menakut-nakuti” pemain Guingamp, Jimmy Briand dengan tendangan kung fu-nya yang membuat dia mendapat larangan tampil selama enam pertandingan.

Waris bereaksi dengan penuh kemarahan terhadap teckling dari Briand yang tidak mendapat hukuman dari ofisial pertandingan di pertandingan hari Sabtu yang berakhir imbang 2-2. Pemain asal Ghana tersbeut menendang Briand dengan keras – pelanggaran yang biasanya akan langsung mendapat sanksi skorsing selama dua pertandingan di bawah aturan Ligue de Football Professionnel. Tapi kemarahan Waris masih terus berlanjut dan dia masih sempat menendang botol air sebelum meninggalkan lapangan lewat terowongan.

Ketidakpuasan ini menjadi berkepanjangan, yang membuat pemain berusia 24 tahun itu melakukan tindakan yang sepenuhnya bertolak belakang dari karakternya, yang menyebabkan pihak berwenang untuk memilih hukumannya itu diperpanjang. “Apa yang terjadi pada hari Sabtu itu aneh dan gila,” kata Waris kepada Ouest France. “Ini adalah pertama kalinya dalam hidup saya di mana saya merasakan kemarahan seperti itu, di dalam lapangan maupun di luar lapangan. Saya masih bertanya-tanya bagaimana saya bisa bereaksi seperti itu, meskipun reaksi saya itu pasti ada penyebabnya.

“Orang itu [Briand] meracuni saya. Dia tidak mendapat sanksi dan saya memiliki reaksi yang buruk atas tackling keras tersebut. Saya seharusnya tidak melakukan hal itu, tapi saya tidak berniat untuk menyakitinya atau ‘membunuh’ dia. Saya hanya ingin menakut-nakuti dia.”

Lorient akan menjadi tuan rumah bagi Troyes dalam pertandingan Ligue 1 di hari Sabtu ini dan klub yang saat ini menduduki posisi puncak di klasmen akan menyambut Paris Saint-Germain setelah jeda internasional, sedangkan Waris tidak akan bisa bermain sampai pertandingan Coupe de la Ligue melawan Dijon pada pertengahan Desember.