Cekcok dengan Mancini, Pelatih Napoli Akui Salah

Perang mulut antara Maurizio Sarri dengan Roberto Mancini masih menjadi pembicaraan hangat. Setelah beberapa waktu sebelumnya meminta maaf, kali ini Sarri mengaku telah kelewat batas.

Insiden antara dua manajer tersebut terjadi pada pertandingan Napoli versus Inter di Coppa Italia beberapa pekan lalu. Waktu itu, Sarri disebut telah melontarkan kata-kata bermaksud rasial dan homofobia kepada Mancini.

Dalam kelanjutannya, Sarri disanksi tak boleh mendampingi Il Partenopei untuk dua partai Coppa Italia dan mendapatkan denda sebesar 20 ribu euro atau setara Rp 300 juta.

Sarri lalu melayangkan permintaan maaf kepada Mancini, dan Mancini telah menerima permintaan itu. Dalam kelanjutannya, Sarri membenarkan dirinya telah kelewatan namun enggan dituding rasis dan homofobis.

Ia mengaku seringkali mengumpat. Sarri lahir di Napoli, Campania, namun sang ayag berasal dari Tuscan. Ia merasa ada darah kental Tuscan mengalir di dalam dirinya. Maka dari itu mengungkapkan kekesalan lewat omongan kasar menjadi hal yang wajar.

“Sebenarnya, masalah di pinggir lapangan tersebut hanyalah mengenai teknis,” ujar Sarri seperti dilansir Football Italia.

“Saya coba untuk menyerang Mancini karena melihat dia senang berdandan habis-habisan saat berada di lapangan. Seolah-olah dia ingin pergi ke acara makan malam mewah.”

“Sebenarnya, saya ingin bilang ‘Fighetto’ –pesolek–, bukan hal lain yang berhubungan dengan orientasi seksual seseorang!”

“Namun saya merupakan seorang Tuscan yang kental dan saya acapkali melontarkan sumpah serapah. Saya salah, saya mengakui hal itu,” kata Sarri.