Liverpool Kecewa Besar Gagal Boyong Dele Alli

Mengetahui performa gemilang Dele Alli bersama Tottenham Hotspur, Liverpool seharusnya merasa amat kecewa. Sebabnya mereka dengan mudahnya melepas kesempatan memboyong Alli.

Hal tersebut diutarakan oleh eks pemain Liverpool John Aldridge, dalam kolomnya di Liverpool Echo. Alli kita tahu menjelma sebagai talenta muda yang menonjol bersama Spurs maupun tim nasional Inggris saat ini.

Mulai berseragam Spurs di musim panas, Alli memberi kontribusi oke dengan sumbangan tujuh gol serta sembilan assist dari 29 kali bertanding di Premier League. Penampilan gemilang tersebut berdampak pada pemanggilannya ke tim utama The Three Lions.

Sebelum bergabung bersama skuat The Lilywhites, Alli sejatinya lebih dahulu ditawarkan ke Liverpool. Ketika itu Alli masih memperkuat Milton Keynes Dons dibawa oleh sang manajer, Karl Robinson, ke Liverpool dan dikenalkan kepada Brendan Rodgers yang masih menjabat sebagai pelatih.

Rodgers pun kepincut, sedangkan Alli sendiri juga bersemangat dengan kans itu. Sejak kecil, gelandang berdarah Nigeria tersebut memang mengidolakan Liverpool dan sosok Steven Gerrard.

Robinson membawa Alli ke Liverpool juga punya alasan tersendiri. Disamping lahir di kota itu dan merupakan salah satu fans, dia pun juga bekas pelatih tim akademi Liverpool.

Namun keinginan Rodgers dan harapan Alli ketika itu runtuh. Kabarnya manajemen Liverpool tak berhasil memberi penawaran menarik bagi Alli yang disebut cuma mau mengganjar gaji empat ribu poundsterling per pekannya.

Rodgers pribadi mengaku ketika itu berpikir sudah mendapatkan Alli lantaran proses negosiasi dengan pemain serta keluarganya berlangsung mulus. Namun pada prosesnya Liverpool harus rela melihatnya mendarat do Tottenham Hotspur yang ketika itu memboyongnya senesar 5 juta pounds. Saat ini Alli diyakini mendapat bayaran sebesar 25 ribu pounds per pekan dari Spurs.

Hal itulah yang kemudian diklaim sebagai kegagalan besar. Liverpool sudah melewatkan kans menggaet calon bintang, sedangkan di beberapa waktu belakangan justru mendatangkan pemain-pemain mahal yang malah gagal berkontribusi besar.