Taktik Oke Loew Yang Sukses Redam Italia

Jerman sukses menundukkan Italia di 8 besar Piala Eropa melalui adu tos-tosan dengan skor 6-5 setelah berimbang 1-1, di Stade Matmut-Atlantique, Minggu 3 Juli dini hari WIB. Kemenangan tersebut meloloskan jerman ke semifinal sekaligus menyudahi kutukan kala bertemu Italia.

Saat melawan Italia, Jerman sejatinya memainkan pola yang berbeda dari biasanya. Der Panzer tidak memakai sistem dengan empat bek tengah seperti biasa.

Mereka justru mencontoh gaya Italia dengan menurunkan tiga bek kembar, Benedikt Howedes, Jerome Boateng, dan Mats Hummels. Jonas Hector serta Joshua Kimmich masing-masing dimainkan sebagai wing-back oleh pelatih Joachim Loew. Ini berarti, Jerman ikut memainkan formasi 3-5-2.

Yang beda dari Jerman ialah garis pertahanannya. Saat manajer Gli Azzurri, Antonio Conte, memasang garis pertahanan di wilayah sendiri, Loew justru menuntut tiga beknya untuk sampai ke garis tengah.

Taktik itu terbilang sukses. Italia bingung dalam mengembangkan pola.

Pemain tengah Italia dibuat bingung oleh aliran bola Jerman. Dua wing-back, Alessandro Florenzi dan Emmanuele Giaccherini, pun acapkali kesulitan menerobos bairsan belakang Jerman karena sering dipaksa adu lari dengan Kimmich serta Hector.

Taktik inilah yang rupanya telah dipikirkan masak-masak oleh Loew. Dia telah menganalisa gaya Italia kala menggulung Spanyol. Dari hasil pengamatannya, Loew yakin Italia mampu ditundukkan jika dirinya memainkan taktik yang sama.

“Perubahan dalam skuat amat penting. Italia memakai dua striker tengah dan dua winger, yang selalu menekan sampai garis depan. Tentu amat berbahaya jika harus berarung empat lawan empat,” kata Loew.

“Mereka bermain dari sisi sayap ke tengah, mencoba masuk ke pertahanan dengan kecepatannya. Mudah dibaca, namun mereka menerapkan strategi ini dengan mulus. Benar, saya baru pertama kali memakai strategi ini,” tuturnya seperti dikutip situs resmi UEFA.