CEO Bayern : Perubahan Periode Bursa Transfer Masuk Akal Kecuali Untuk Tim Kecil

Karl-Heinz Rummenigge Bayern Munich, Karl-Heinz Rummenigge, Bayern Munich, Liga Jerman, Bundesliga,

Karl-Heinz Rummenigge Bayern Munich

Karl-Heinz Rummenigge selaku CEO dari klub raksasa di Jerman, Bayern Munich,  mendukung penutupan lebih awal bursa transfer musim panas mendatang seperti yang diprakarsai oleh Liga Inggris, namun Ia mengatakan fakta yang ada bahwa tim yang lebih kecil telah menentang perubahan tersebut.

Memang biasanya periode transfer pemain di musim panas berakhir sekitar tanggal 31 Agustus atau 1 September, namun klub besar yang bermain di Premier League Inggris, telah mengusulkan untuk mempercepat penutupan bursa tersebut, dimana biasanya kompetisi papan atas Liga Eropa sudah dimulai, dua atau tiga minggu sebelumnya. Dan mereka kini ingin mengubah periode bursa transfer menjadi lebih awal sebelum dimulainya kampanye 2018-19 mendatang.

Sementara ada kritik yang mengatakan bahwa liga Premier akan tertinggal di posisi yang kurang menguntungkan, namun telah ada dukungan untuk langkah semacam itu yang dilakukan di liga utama Eropa lainnya dimana Zinedine Zidane dan Carlo Ancelotti juga menjadi salah satu di antara para pendukungnya.

Dan sekarang bosnya dari Ancelotti di Bayern juga telah bergabung dalam ide tersebut dan mengatakan kepada majalah FC Bayern Munich bahwa sebuah penutupan seragam di bursa transfer musim depan, akan bagus untuk seluruh kompetisi Eropa.

“Ini harus menjadi solusi seragam di seluruh Eropa, secara independen pada awal musim di liga masing-masing,” kata Rummenigge kepada majalah tersebut. “Akhir kolektif jendela transfer pada tanggal 31 Juli juga akan memberi kontribusi untuk memberi kesan lebih masuk akal. dan rasional kembali ke sepakbola. Solusi yang bermanfaat seperti itu msuk akal untuk klub, semua manajer dan penggemar, jika mereka tahu pada pertandingan pertama dimana tim klub mereka memulai musim barunya.”

Rummenigge juga menegaskan bukan klub besar seperti Bayern yang akan melawan perubahan seperti itu di masa lalu. Sebaliknya, CEO Bayern mengatakan itu adalah klub-klub kecil yang ingin membuka jendela belakangan untuk membantu mereka mengurangi kegagalan untuk lolos ke babak penyisihan grup Liga Champions.

“Saya ingin menggarisbawahi bahwa akhir dari jendela transfer tidak dipermasalahkan oleh klub-klub besar Eropa, tapi ke klub-klub kecil yang ingin menyerap kemungkinan kegagalan dalam kualifikasi UCL di bursa transfer,”” kata Rummenigge.