Mantan Pelatih Leicester Bersedia Untuk Mengisi Jabatan Pelatih Timnas Italia

Claudio Ranieri, Nantes, Timnas Italia, Leicester CIty

Claudio Ranieri

Manajer Nantes yaitu Claudio Ranieri mengatakan bahwa dirinya sempat berpikir untuk melatih timnas Italia setelah juara dunia empat kali tersebut “mencapai titik terendah” dimana mereka gagal lolos menuju Piala Dunia Rusia tahun depan. Bahkan Ia juga mengatakan bahwa dirinya bersedia menjawab panggilan timnas Italia sebagai pengganti Gian Piero Ventura.

Memang saat ini Italia sedang mencari pelatih baru setelah pemecatan Ventura, yang memimpin timnas Italia dari musim panas 2016 lalu, namun berakhir tragis dimana mereka harus absen untuk pertama kalinya dari panggung Piala Dunia sejak 1958.

Carlo Ancelotti pun sebenarnya telah muncul sebagai favorit untuk mengambil bagian setelah kekalahan Italia terhadap Swedia dalam babak playoff dengan agregat tipis 1-0. Namun rekan pelatih senegaranya dan juga mantan manajer pemenang Liga Primer bersama Leicester City yaitu Ranieri akan bersedia menjawab panggilan negara tersebut.

“Apakah saya akan menjadi pelatih Italia? Saya harus memikirkannya, tapi itu tidak hanya bergantung pada saya, karena saya memiliki kontrak dengan Nantes dan seorang presiden yang harus saya ajak bicara,” ungkap pelatih berusia 66 tahun itu kepada Sky Sport Italia.

Ia pun telah mengetahui saingannya yang memang tersohor di berbagai klub besar Eropa dan mengatakan, “Saya telah membaca nama-nama seperti Max Allegri (dari Juventus), Antonio Conte (dari Chelsea) dan Carlo Ancelotti (mantan pelatih Bayern Munich). Saya katakan bahwa sekarang mereka perlu memikirkan dengan hati-hati apa yang harus dilakukan selanjutnya. Siapa pun yang mereka dapatkan dari daftar itu akan menjadi hebat.”.

Meskipun demikian, Ia tak menganggap masalah kepala kepelatihan timnas adalah hal yang utama, dimana ia katakan, “Saya pikir di Italia situasi untuk mengisi jabatan pelatih masalah kedua, karena kita telah mencapai titik terendah dan butuh banyak hal untuk berubah. Ada pemain muda yang menarik dan kami akan bangkit kembali. “.

Ia pun tetap positif bahwa Italia akan kembali berjaya karena memang harus melewati siklus alaminya. “Italia tidak melewatkan Piala Dunia selama 60 tahun, tapi terkadang Anda harus mencapai titik terendah untuk bangkit kembali.”.

Ranieri sendiri dimusim ini mampu membawa Nantes berada di urutan kelima di Ligue 1 menyusul kekalahan 4-1 Sabtu di raksasa Prancis Paris Saint-Germain. Hal ini merusak catatan baiknya dimana Ia cenderung memiliki pertahanan yang sangat kuat, namun akhirnya harus pasrah dengan keperkasaan raksasa Liga Prancis.